Posted by: menur on: June 19, 2007
Pagi itu matahari cerah. Cerah sekali. Saya barusan pulang dari warnet (weks… pagi2 sudah sowan ke warnet). Ya, so what’s wrong?!
Semalaman saya dan dua orang teman telpon keluarga di tanah air. Biasa, musim ujian memang musim orang minta do’a. Meskipun saya yakin, orang rumah selalu mendoakan, tidak hanya waktu ujian seperti saat ini. Begitulah kasih [...]
Posted by: menur on: June 19, 2007
Si-Kasir kelihatan bingung melihat saya yang bingung (jadi bingung-bingungan gini!). Ya, pastilah dia bingung, karena melihat tangan saya keluar masuk dari satu saku ke saku yang lain namun tidak juga muncul uang. Padahal 10 eksemplar juz ‘Amma plus satu buku karangan Mufti Mesir, Dr. ALi Jum’ah sudah tergeletak di meja kasir. Sebelumnya, saya pun sudah [...]
Posted by: menur on: June 13, 2007
Satu, dua, tiga hari berlalu. Ketika masih berkutat dengan muqorror (diktat kuliah), terbayang bahwa selesai ujian berarti lepas dari beban. Terlepas dari kekangan, lepas dari perasaan yang tidak menentu. Yaitu perasaan yang muncul ketika dihadapkan pada pilihan yang belum jelas. Antara pulang ujian dengan hati berbunga, atau pulang ujian seolah-olah baru keluar dari penjara. Namun [...]
Posted by: menur on: June 11, 2007
Saya cuek saja melihat satu set mushaf murattal tergeletak di atas meja. Paling tidak sudah terduga bahwa si-empunya adalah teman sekamar yang hoby koleksi suara para qurra’. Maklum, dia sudah menamatkan hafalan al-Qur’annya semenjak di tanah air.
Kata pepatah berteman dengan penjual minyak wangi, akan kebagian wanginya. Begitu juga ketika saya memilih untuk tinggal satu kamar [...]
Posted by: menur on: June 11, 2007
Pulang ujian siang ini, udara terasa sangat panas. Padahal sebentar lagi ashar datang. Namun rasanya, puncak panas hari ini bertepatan dengan saya keluar dari ruang ujian. Entah seberapa besar pengaruh cuaca tadi, yang jelas kepala terasa pusing dan sangat berat. Meskipun dua hari yang lalu sudah terasa, namun rasanya baru hari ini, pertama kali saya [...]
Posted by: menur on: June 11, 2007
Bimbang. Perasaan manusiawi yang aku rasa pernah hinggap pada semua manusia. Tidak terkecuali apa yang kini kurasakan. Meskipun kali ini berbeda. Kegalauan dan kecemasan, bercampur harapan dan cita-cita. Kadang aku merasa ingin segera melampaui waktu dan melihat apa yang bakal terjadi.
Seandainya ada professor yang menyewakan mesin untuk melihat masa depan, aku ingin tanya kepadanya. Tapi [...]