Gratis lagi!

April 17, 2008

Bukan soal minyak tanah gratis. Tetapi saya lagi nyoba hosting dan domain gratis.  Entahlah, meskipun sempat gak selera lagi nguprek-uprek blog, ternyata masih juga gak bisa pergi dari ‘dunia persilatan’. Masih pengin belajar lewat menulis dan menikmati tulisan kawan2 blogger yang lain. So, kemaren, nyoba hosting di  micklemuckle.0lx.net dan domain gratis di co.cc. Ternyata oh ternyata, meskipun blog baru sudah aktif, tetap saja malas untuk update. Intinya, waktu banyak, tapi jiwa malas ternyata lebih banyak. Aku juga manusia… (membela diri).

Ruh Dalam Huruf

April 7, 2008

Bukan sebuah kebetulan jika al-Quran diturunkan di jazirah Arab. Bahasa Arab pun berkembang karena Islam datang pertama dengan seruan “Bacalah dengan nama Tuhanmu”. Dari sini lah tulisan arab -yang dengannya kalam Allah diturunkan- menjadi bagian tak terpisahkan dari jalan panjang khazanah Islam, khususnya di bidang seni (fann). Terlebih adanya larangan dalam Islam untuk menggambar makluk hidup. Hal ini meniscayakan suatu ranah ekspresi jiwa yang haus untuk dituangkan.

Tulisan ini tidak mengupas tentang sejarah kaligrafi itu sendiri. Melainkan mengungkap sedikit ‘rahasia’ yang terdapat dalam setiap rangkaian huruf Arab. Tidak banyak (untuk mengatakan tidak ada) bahasa di dunia yang mempunyai kesesuaian makna dan bentuk (tarkib) seperti yang bisa dilihat dalam bahasa Arab. Read the rest of this entry »

Ismailia Weekend

April 4, 2008

Akhir minggu ini ada yang beda. Tidak lagi menyambut mentari di ruang sempit yang terhimpit di antara tembok-tembok asrama (emang matahari terbit di kamar? hiks!). Tidak juga menyempatkan diri ke sutuh (atap gedung) untuk mencari udara segar. Karena mentari pagi ini terbit dari balik awan pagi yang tipis di atas langit kota fayed, Ismailia. Salah satu propinsi dekat laut di Mesir.

Rihlah bersama kawan-kawan se-angkatan (kedatangan 2004) kali ini lumayan lama. Tiga hari dua malam. Kami menginap di Vila Hurriyyah, yang terletak tepat di tepi laut merah. Indah. Menikmati udara pantai yang segar ternyata lumayan merefresh fikiran. Sejenak melupakan kehidupan Kairo yang hiruk pikuk, penatnya menyambut ujian karena membolak-balik diktat kuliah. Kira-kira seperti itu lah… :) . Motto yang kami bawa, jangan sampai materi kuliah mengganggu rihlah hehehe… Read the rest of this entry »

I am Still Alive

March 30, 2008

Bulan Mei yang lalu merupakan akhir dari perjalanan lumayan panjang nge-blog di hosting gratis pandela. Hampir sekitar tiga tahun sudah saya menikmati kegratisan tersebut. Dengan modal awal auracms yang saya pasang (sebelum akhirnya pindah ke worpress) setidaknya pandela sudah memberi saya banyak waktu untuk belajar.

Memang setelah ‘tragedi’ bulan lalu (weks), saya menjadi malas untuk update ataupun iseng cari hosting gratis lainnya. Meskipun sempat dua kali mencoba hosting gratis, namun tetap saja kurang berselera. Entah kenapa, tiba2 selera saya kepada yang ‘gratis’ jadi berkurang, meskipun akhirnya juga memutuskan diri untuk lanjut nge-blog di server wordpress langsung yang jelas2 gratis (cape dech!). Read the rest of this entry »

Paket dari Turki!

February 9, 2008

“Nur, tadi malam saya dapat telpon, kata sulthon ada paketan buat sampeyan dari Turki” demikian bunyi sms yang saya terima dari Alek Mahya, sejenak setelah bangun pagi ini. Sambil loading, saya berusaha menebak. Ada apa dengan Turki dan saya?! Whehehehe…

Whaa..akhirnya setelah loading sekitar 90%, saya ingat bahwa tahun kemarin saya mengirim karya ke panitia peraduan kaligrafi internasional di Turki. Dan di tahun yang sama, saya pun sudah tau pemenang-pemenangnya. Yang jelas, nama saya tidak ada dalam daftar mereka. Hanya saja, sejauh yang saya tau, semua peserta akan dikirim katalog karya pemenang dan daftar seluruh peserta sebagai ˜oleh-oleh” dan sekedar tanda terima kasih bagi seluruh partisipan. (maaf, paragraf ini banyak kata2 ’saya’ hehehe…) Read the rest of this entry »

Ketika saat itu datang
Saat bahagia dan keberhasilan engkau rasakan
Tak tau lagi, apa yang harus ku katakan…
Kebanggaan pun menyeruak di lubuh hatiku, entahlah
Meski kau bukan siapa-siapaku…
Bahkan entah sejak kapan, kita saling sapa…

Hanya…
Isyarat itu harus segera menyadarkanku.
Saat itu pun semakin dekat.
Dimana aku takkan lagi bisa menyapamu di pagi hari
Atau bertanya kabarmu seharian, di saat petang menjelang…
Tak bisa lagi ku bercerita tentang rembulan emas di atas sana…
Tentang gerimis di balik jendela kamar-kamar asrama..
Kau akan segera jauh dariku…
Saat itu pasti tiba… Read the rest of this entry »